Kamis, 08 Agustus 2013

Neraka di Perang Suriah

Pasukan Suriah yang setia kepada Presiden Bashar Assad, ambil posisi dalam pertempuran di Kota Aleppo, Suriah May 26, 2013. (AP Photo/SANA)
   Pasukan Suriah yang setia kepada Presiden Bashar Assad, ambil posisi dalam pertempuran di Kota Aleppo, Suriah May 26, 2013. (AP Photo/SANA)

Perang saudara di Suriah semakin tidak terkendali akibat  banyaknya elemen asing ikut dalam pertempuran. “Elemen-elemen tersebut mendorong para petempur anti-pemerintah ke posisi yang lebih radikal,” ujar Paulo Sergio Pinheiro, diplomat dan profesor asal Brasil yang mengetuai komisi penyelidikan Dewan HAM PBB di Suriah.

Para aktivis menyebut sedikitnya 80.000 orang tewas selama konflik di Suriah. Aparat pemerintah dan milisi pro-rezim Shabiha melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk pembunuhan, eksekusi, penyiksaan, pengadilan tidak semena-mena, kekerasan seksual, dan penganiayaan terhadap anak-anak.

Kelompok anti-pemerintah juga melakukan kejahatan perang, termasuk pembunuhan, eksekusi di luar pengadilan, serta penyiksaan.

Kondisi hak asasi manusia di Suriah memburuk hingga tingkat yang sulit digambarkan dalam kata-kata. Pelanggaran HAM mengerikan terus meningkat dalam jumlah, kecepatan, dan bobot. Frekuensi pelanggaran (HAM) yang mengerikan sangat besar, sehingga Tim PBB tidak mampu lagi menyelidiki semuanya.
Kondisi ini diperparah dengan akan bergabungnya ribuan orang dari Korps Relawan Rusia- Ukraina, untuk membantu Pemerintah Bashar Assad memerangi oposisi (FSA). Inisiator Korps Relawan, Sergey Razumovsky mengatakan, mereka  berasal dari Federasi Rusia, termasuk Belarus dan Moldova.

Orang yang bergabung rata-rata memiliki ekonomi buruk, tapi mempunyai kemampuan tempur. Razumovsky berharap Pemerintah Suriah bisa memberikan status kewarganegaraan bagi relawan, menyediakan asuransi untuk keluarga dan membantu pembelian properti setelah perang usai.

Korps Relawan Rusia- Ukraina secara resmi mengumumkan niatnya dan mengajukan permintaan kepada pemerintah Suriah, serta komandan Armada Laut Hitam Rusia untuk membantu pengiriman.

Pemerintah Rusia yang merupakan Sekutu Bashar Assad tampaknya mulai gerah, setelah pasukan asing dari Eropa terus berdatangan membantu Pasukan Oposisi (FSA). Suatu Perang yang akan berlarut dan menempatkan penduduk Suriah di “kerak neraka”.

Seorang Pria yang bekerja di lokasi kilang minyak desa al-Mansoura, Raqqa. Banyak penduduk desa yang kehilangan pekerjaan akibat perang di Suriah, bertahan hidup dengan menyuling minyak mentah untuk mengekstrak bahan bakar yang bisa dijadikan bensin atau minyak tanah (Reuters/Hamid Khatib)
Seorang Pria yang bekerja di lokasi kilang minyak desa al-Mansoura, Raqqa. Banyak penduduk desa yang kehilangan pekerjaan akibat perang di Suriah, bertahan hidup dengan menyuling minyak mentah untuk mengekstrak bahan bakar yang bisa dijadikan bensin atau minyak tanah, 5 Mei 2013 (Reuters/Hamid Khatib)
Seorang pemuda belia  melewati bangunan yang rusak di Deir al-Zor, pada tanggal 4 April 2013 (Reuters / Khalil Ashawi)
Seorang pemuda belia melewati bangunan yang rusak di Deir al-Zor, pada tanggal 4 April 2013 (Reuters / Khalil Ashawi)
Gambar yang diperoleh dari video Shaam News Network, yang disahkan isi dan laporannya oleh AP. Asap dan api membumbung tinggi setelah bahan peledak dijatuhkan oleh pesawat perang pemerintah Suriah di Yabroud dekat Damaskus, Suriah, pada 20 Mei, 2013  (AP Photo/Shaam News Network via AP video)
Gambar yang diperoleh dari video Shaam News Network, yang disahkan isi dan laporannya oleh AP. Asap dan api membumbung tinggi setelah bahan peledak dijatuhkan oleh pesawat perang pemerintah Suriah di Yabroud dekat Damaskus, Suriah, pada 20 Mei, 2013 (AP Photo/Shaam News Network via AP video)
Berjalan di tengah kehancuran Kota Aleppo, Suriah, 10 April 2013. (Dimitar Dilkoff / AFP / Getty Images)
Berjalan di tengah kehancuran Kota Aleppo, Suriah, 10 April 2013. (Dimitar Dilkoff / AFP / Getty Images)
Penduduk yang berjalan di belakang Bus yang dijadikan tameng dari petembak gelap pasukan pemerintah di utara Kota Aleppo, Suriah, 12 April 2013. (Dimitar Dilkoff / AFP / Getty Images)
Penduduk yang berjalan di belakang Bus yang dijadikan tameng dari petembak gelap pasukan pemerintah di utara Kota Aleppo, Suriah, 12 April 2013. (Dimitar Dilkoff / AFP / Getty Images)
Gambar citizen journalism oleh Aleppo Media Center AMC yang disahkan isi dan laporannya oleh AP. anak Suriah, terluka oleh pemboman berat dari pesawat tempur militer, di kota Hanano di Aleppo, Suriah. (AP Photo / Aleppo Media Center)
Gambar citizen journalism oleh Aleppo Media Center AMC yang disahkan isi dan laporannya oleh AP. anak Suriah, terluka oleh pemboman berat dari pesawat tempur militer, di kota Hanano di Aleppo, Suriah. (AP Photo / Aleppo Media Center)
Gadis kecil penjual roti di antara puing-puing di jalan rusak di Deir al-Zor, 9 Mei 2013. (Reuters / Khalil Ashawi)
Gadis kecil penjual roti di antara puing-puing di jalan rusak di Deir al-Zor, 9 Mei 2013. (Reuters / Khalil Ashawi)
Tank rusak yang ditinggalkan di jalan dekat menara Masjid Omari, yang dihancurkan pasukan Bashar Assad di Deraa, pada 13 April 2013. (Reuters / Mazen Abu Mahmoud / Shaam News Network)
Tank rusak yang ditinggalkan di jalan dekat menara Masjid Omari, yang dihancurkan pasukan Bashar Assad di Deraa, pada 13 April 2013. (Reuters / Mazen Abu Mahmoud / Shaam News Network)
Pejuang Tentara Pembebasan Suriah mempersiapkan peluncuran roket di Deir al-Zor, 18 Mei 2013. (Reuters / Khalil Ashawi)
Pejuang Tentara Pembebasan Suriah mempersiapkan peluncuran roket di Deir al-Zor, 18 Mei 2013. (Reuters / Khalil Ashawi)
Pasukan oposisi dari brigade Al-Ezz bin Abdul Salam mengadakan latihan di pegunungan al Turkman, utara provinsi Latakia, Suriah 24 April 2013. (Miguel Medina / AFP / Getty Images)
Pasukan oposisi dari brigade Al-Ezz bin Abdul Salam mengadakan latihan di pegunungan al Turkman, utara provinsi Latakia, Suriah 24 April 2013. (Miguel Medina / AFP / Getty Images)

Mortir improvisasi dengan proyektil tabung gas dipasang anggota FSA di provinsi Idlib 17 April 2013. (Reuters / Mohamed Kaddoor / Shaam News Network)
Mortir improvisasi dengan proyektil tabung gas dipasang anggota FSA di provinsi Idlib 17 April 2013. (Reuters / Mohamed Kaddoor / Shaam News Network)
Tentara duduk di dalam tank ketika pasukan militer Suriah berhasil mengambil alih kontrol desa  Dumayna, 7 km sebelah kota Qusayr yang masih diduduki Oposisi. Tentara Suriah merebut tiga desa di wilayah strategis Qusayr Provinsi Homs, yang memungkinkan mereka untuk memotong jalur pasokan untuk pemberontak  ke dalam kota Qusayr, ujar seorang perwira militer kepada AFP. (Joseph Idul Fitri / AFP / Getty Images)
Tentara duduk di dalam tank ketika pasukan militer Suriah berhasil mengambil alih kontrol desa Dumayna, 7 km sebelah kota Qusayr yang masih diduduki Oposisi. Tentara Suriah merebut tiga desa di wilayah strategis Qusayr Provinsi Homs, yang memungkinkan mereka untuk memotong jalur pasokan untuk pemberontak ke dalam kota Qusayr, ujar seorang perwira militer kepada AFP. (Joseph Idul Fitri / AFP / Getty Images)
Militer Suriah merayakan keberhasilan mereka merebut desa Haydariyah, 7 km di luar kota Qusayr yang dikuasai oposisi pada 13 Mei 2013. Militer Suriah merebut 3 desa strategis di Qusayr, Provinsi Homs membuat mereka bisa memotong jalur logistik bagi pasukan oposisi yang berada di tengah Kota Qusayr, ujar seorang perwira militer kepada AFP  (Joseph Eid/AFP/Getty Images)
Militer Suriah merayakan keberhasilan mereka merebut desa Haydariyah, 7 km di luar kota Qusayr yang dikuasai oposisi pada 13 Mei 2013. Militer Suriah merebut 3 desa strategis di Qusayr, Provinsi Homs membuat mereka bisa memotong jalur logistik bagi pasukan oposisi yang berada di tengah Kota Qusayr, ujar seorang perwira militer kepada AFP (Joseph Eid/AFP/Getty Images)
Citizen journalism dari Aleppo Media Center AMC yang di-autentifikasi oleh laporan AP, api naik dari mobil yang diserang oleh pasukan pemerintah Suriah, di kawasan al-Bustan Qaser, Aleppo, pada 20 Mei 2013. Terjadi pertempuran kota yang sengit di wilayah Suriah yang berbatasan dengan Lebanon dan menewaskan 28 pasukan elit Hizbullah saat militer Suriah mendorong lebih dalam lagi untuk menekan pasukan oposisi (AP Photo / Aleppo Media Center)
Citizen journalism dari Aleppo Media Center AMC yang di-autentifikasi oleh laporan AP, api naik dari mobil yang diserang oleh pasukan pemerintah Suriah, di kawasan al-Bustan Qaser, Aleppo, pada 20 Mei 2013. Terjadi pertempuran kota yang sengit di wilayah Suriah yang berbatasan dengan Lebanon dan menewaskan 28 pasukan elit Hizbullah saat militer Suriah mendorong lebih dalam lagi untuk menekan pasukan oposisi (AP Photo / Aleppo Media Center)
Anggota FSA duduk di sofa rumah di Deir al-Zor, 13 Mei 2013. (Reuters / Khalil Ashawi)
Anggota FSA duduk di sofa rumah di Deir al-Zor, 13 Mei 2013. (Reuters / Khalil Ashawi)
FSA Suriah mengambil posisi di sebuah rumah selama bentrokan dengan pasukan rezim di Aleppo, pada tanggal 22 Mei 2013. (Ricardo Garcia Vilanova / AFP / Getty Images)
FSA Suriah mengambil posisi di sebuah rumah selama bentrokan dengan pasukan rezim di Aleppo, pada tanggal 22 Mei 2013. (Ricardo Garcia Vilanova / AFP / Getty Images)
Orang naik sepeda motor terlihat melalui lubang bangunan yang rusak di Deir al-Zor, pada tanggal 19 Mei 2013. (Reuters / Khalil Ashawi)
Orang naik sepeda motor terlihat melalui lubang bangunan yang rusak di Deir al-Zor, pada tanggal 19 Mei 2013. (Reuters / Khalil Ashawi)
Asap mengepul setelah penembakan oleh pasukan yang setia kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad di provinsi Raqqa, Suriah timur, pada tanggal 3 Mei 2013. (Reuters / Nour Fourat)
Asap mengepul setelah penembakan oleh pasukan yang setia kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad di provinsi Raqqa, Suriah timur, pada tanggal 3 Mei 2013. (Reuters / Nour Fourat)
19 Maret 2013 photo yang dirilis kantor berita Suriah SANA, Korban yang menderita serangan senjata kimia di desa Khan al-Assal, sedang dirawat oleh dokter di Kota Aleppo. Kasus ini menunjukkan senjata kimia telah digunakan dalam perang di Suriah, walaupun dalam skala kecil. Pemerintah Assad dan FSA saling tuding tentang siapa yang menggunakan senjata kimia itu (AP Photo/SANA)
19 Maret 2013 photo yang dirilis kantor berita Suriah SANA, Korban yang menderita serangan senjata kimia di desa Khan al-Assal, sedang dirawat oleh dokter di Kota Aleppo. Kasus ini menunjukkan senjata kimia telah digunakan dalam perang di Suriah, walaupun dalam skala kecil. Pemerintah Assad dan FSA saling tuding tentang siapa yang menggunakan senjata kimia itu (AP Photo/SANA)
Anggota FSA di terowongan di Deir al-Zor, tanggal 6 April 2013. Terowongan Sepanjang 30 meter digali di bawah daerah di mana pasukan Tentara Suriah mendirikan basis di Deir Al-Zor,  (Reuters / Khalil Ashawi)
Anggota FSA di terowongan di Deir al-Zor, tanggal 6 April 2013. Terowongan Sepanjang 30 meter digali di bawah daerah di mana pasukan Tentara Suriah mendirikan basis di Deir Al-Zor, (Reuters / Khalil Ashawi)
Sebuah jalan yang sepi dengan bangunan yang rusak di kota tua Aleppo, tanggal 29 April 2013. (Reuters / George Ourfalian)
Sebuah jalan yang sepi dengan bangunan yang rusak di kota tua Aleppo, tanggal 29 April 2013. (Reuters / George Ourfalian)
Kendaraan rusak memenuhi jalan raya dikelilingi bangunan rusak di distrik Salaheddine, Kota Aleppo tanggal 8 April 2013. (Reuters / Malek Alshemali)
Kendaraan rusak memenuhi jalan raya dikelilingi bangunan rusak di distrik Salaheddine, Kota Aleppo tanggal 8 April 2013. (Reuters / Malek Alshemali)
Mohammad, anak 11 tahun pengungsi Suriah yang terluka akibat konflik di Suriah, duduk di kursi roda di sebuah pusat perawatan pasca-trauma UOSSM di provinsi Hatay, Turki, 3 Mei 2013 . Kini di Turki berlindung lebih dari 300.000 warga Suriah yang melarikan diri dari pertempuran di tanah air mereka, sebagian besar dari mereka di kamp-kamp sepanjang 900-km (560 mil) perbatasan. (Reuters / Osman Orsal)
Mohammad, anak 11 tahun pengungsi Suriah yang terluka akibat konflik di Suriah, duduk di kursi roda di sebuah pusat perawatan pasca-trauma UOSSM di provinsi Hatay, Turki, 3 Mei 2013 . Kini di Turki berlindung lebih dari 300.000 warga Suriah yang melarikan diri dari pertempuran di tanah air mereka, sebagian besar dari mereka di kamp-kamp sepanjang 900-km (560 mil) perbatasan. (Reuters / Osman Orsal)
Gambar citizen journalism yang dirilis  2 Mei 2013 oleh kelompok yang menyebut dirinya Revolusi Suriah Melawan Bashar Assad. Isinya telah verifikasi oleh pelaporan AP lainnya. Seorang pria Suriah, mengidentifikasi mayat, yang dibunuh oleh pasukan Suriah pro Bashar Assad, di desa Bayda, di pegunungan di luar kota pesisir Banias, Suriah. (AP Photo / Revolusi Suriah terhadap Bashar Assad)
Gambar citizen journalism yang dirilis 2 Mei 2013 oleh kelompok yang menyebut dirinya Revolusi Suriah Melawan Bashar Assad. Isinya telah verifikasi oleh pelaporan AP lainnya. Seorang pria Suriah, mengidentifikasi mayat, yang dibunuh oleh pasukan Suriah pro Bashar Assad, di desa Bayda, di pegunungan di luar kota pesisir Banias, Suriah. (AP Photo / Revolusi Suriah terhadap Bashar Assad)
Sawoushka Ahmed, seorang pejuang perempuan Kurdi berdiri dengan senjata di distrik penduduk mayoritas Kurdi, Sheikh Maqsud di utara Kota Aleppo, Suriah, 14 April 2013. (Dimitar Dilkoff / AFP / Getty Images)
Sawoushka Ahmed, seorang pejuang perempuan Kurdi berdiri dengan senjata di distrik penduduk mayoritas Kurdi, Sheikh Maqsud di utara Kota Aleppo, Suriah, 14 April 2013. (Dimitar Dilkoff / AFP / Getty Images)
Seorang anak Suriah memegang senapan serbu AK-47  di  distrik Sheikh Maqsud penduduk mayoritas Kurdi, kota Aleppo, Suriah Utara, 14 April 2013. Di Suriah utara, penduduk Kurdi sebagian besar berkompromi dengan rezim dan pasukan pemberontak, tidak, ikut berperang sebagai imbalan untuk keamanan dan semi-otonomi di daerah mayoritas Kurdi, namun ada laporan pejuang Kurdi bergabung dengan pemberontak Suriah di daerah tertentu, termasuk di Sheikh Maqsud. (Dimitar Dilkoff / AFP / Getty Images)
Seorang anak Suriah memegang senapan serbu AK-47 di distrik Sheikh Maqsud penduduk mayoritas Kurdi, kota Aleppo, Suriah Utara, 14 April 2013. Di Suriah utara, penduduk Kurdi sebagian besar berkompromi dengan rezim dan pasukan pemberontak, tidak, ikut berperang sebagai imbalan untuk keamanan dan semi-otonomi di daerah mayoritas Kurdi, namun ada laporan pejuang Kurdi bergabung dengan pemberontak Suriah di daerah tertentu, termasuk di Sheikh Maqsud. (Dimitar Dilkoff / AFP / Getty Images)
Kehancuran di Masjid Besar Aleppo setelah pertempuran antara pemberontak dan pasukan pemerintah Suriah, 13 April 2013. (AP Photo / Aleppo Media Center)
Kehancuran di Masjid Besar Aleppo setelah pertempuran antara pemberontak dan pasukan pemerintah Suriah, 13 April 2013. (AP Photo / Aleppo Media Center)
Kerabat mengunjungi makam pejuang Syiah di pemakaman Sayeda Zainab wilayah di Damaskus, 27 Mei 2013. (Reuters / Alaa al-Marjani)
Kerabat mengunjungi makam pejuang Syiah di pemakaman Sayeda Zainab wilayah di Damaskus, 27 Mei 2013. (Reuters / Alaa al-Marjani)

UAV Heron Jaga Perbatasan RI

UAV Heron TP, 28 Agustus  2012 (photo: IAI)
                                   UAV Heron TP, 28 Agustus 2012 (photo: IAI)

Terjawab sudah, pesawat tanpa awak / UAV jenis apa  yang menjaga perbatasan Indonesia dan Malaysia di Kalimantan, termasuk patroli  hingga ke Kepulauan Natuna. Komandan Lanud Supadio, Pontianak, Kolonel Penerbang  Novyan Samyoga mengatakan, dalam waktu dekat 12 unit pesawat tanpa awak akan dioperasikan untuk mengawasi perbatasan Kalimantan.

“Pangkalan Udara Supadio Pontianak akan mengoperasikan pesawat tanpa awak dalam mengawasi wilayah perbatasan udara Indonesia-Malaysia.  Pesawat tanpa awak itu mengawasi seluruh wilayah perbatasan,” kata Novyan di Sungai Raya, Jumat (19/7).

Rencananya pesawat tanpa awak itu beroperasi pada awal tahun 2014. UAV ini sangat dibutuhkan karena pengawasan menggunakan tenaga manusia, dibutuhkan ribuan orang. Bahkan jika menggunakan pesawat biasa, tetap memiliki keterbatasan dari sisi bahan bakar, sehingga pengawasan  perbatasan tidak maksimal.

UAV Heron 1, 13 Agustus 2003 (photo: SSGT REYNALDO RAMON, USAF)
                           UAV Heron 1, 13 Agustus 2003 (photo: SSGT REYNALDO RAMON, USAF)

“Dengan menggunakan pesawat tanpa awak, bisa mutar-mutar, ambil foto dan video, lalu pesawat kembali ke Lanud Supadio,” ujar Komandan Lanud Supadio, Kolonel Penerbang  Novyan Samyoga.  Menurut Dan Lanud Supadio, pesawat tanpa awak yang digunakan ada dua jenis, Wulung buatan lokal dan Heron buatan luar negeri.

“Kami sengaja menggabungkankannya, karena pesawat tanpa awak buatan Indonesia baru dibuat, sementara buatan luar negeri sudah maju dalam hal teknologi. Nantinya UAV Indonesia bisa meniru UAV luar negeri sehingga ke depan pesawat lokal kita semakin bagus,” ujar Dan Lanud.

Pesawat tanpa awak jenis wulung akan dioperasikan sebanyak delapan unit, sedangkan jenis Heron  empat unit.  Semua pesawat berkumpul di Lanud Supadio Pontianak dan dikontrol dari Lanud Supadio.

Perbandingan UAV Searcher dan Heron Singapura (Photo: RSAF)
                                     Perbandingan UAV Searcher dan Heron Singapura (Photo: RSAF)
UAV Heron Australia saat operasi di Afghanistan (Photo: Australian Defence Force)
                       UAV Heron Australia saat operasi di Afghanistan (Photo: Australian Defence Force)

Selama ini kita masih ragu ragu tentang UAV  jenis apa yang akan datang di tahun 2013/204. Jika yang datang UAV Searcher MK II, maka bisa dikatakan agak ketinggalan jaman, karena UAV ini telah lama digunakan  Singapura dan kini diganti dengan jenis Heron. Keraguan itu terjawab sudah.

Dengan adanya  UAV Heron di TNI AU, kemampuan intelligen udara dari Indonesia akan lebih powerfull. Uav Heron mampu terbang selama 50 jam dengan ketinggian 10 km dan menghasilkan gambar yang full clour. UAV ini terbang dengan kecepatan maksimal 200 km/jam dengan jarak tempuh sekitar 400 km. UAV Heron bisa diprogram untuk terbang secara otomatis dari take off hingga landing  atau manual, atau kombinasi dari keduanya. Heron dapat secara otomatis kembali dan mendarat ke pangkalan, jika mengalami putus komunikasi dengan station kendali di darat. UAV ini memiliki kemampuan take off secara full otomatis dan bisa terbang di segala cuaca. Selain dapat mengusung berbagai jenis sensor UAV ini dapat digunakan sebagai pemandu/ penjejak target serangan artileri atau roket. Sensor berkomunikasi dengan stasion pengendali darat secara real time, baik menggunakan direct  line of  data link atau melalui relay satelit. (JKGR).

Kamis, 09 Mei 2013

Latihan Gabungan TNI 2013

latgab1

Sebanyak 16.745 prajurit TNI melakukan latihan gabungan tingkat Divisi mulai 15 April 2013 dengan medan operasi: Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta; Asem Bagus, Jawa Timur; Bima, Nusa Tenggara Barat dan Sangatta, Kalimantan Timur.

Materi latihan gabungan berupa proses pengambilan keputusan militer, kesiapan dan latihan, hingga komando pengendalian kampanye militer dan operasi gabungan. Latihan gabungan ini juga melakukan operasi pengintaian udara, operasi intelejen taktis, operasi pasukan khusus, dukungan udara, operasi perebutan pengendalian panggkalan udara, operasi laut gabungan, operasi amfibi, lintas udara, pendaratan administrasi, teritorial dan operasi darat gabungan.

Kepala Staf Umum TNI, Marsekal Madya TNI Daryatmo menjadi Direktur Latihan dengan Panglima Kostrad, sementara Letnan Jenderal TNI Muhammad Munir, sebagai Panglima komando dan staf gabungan latihan mandala.

Menurut Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, Latihan Gabungan 2013 ini termasuk pengujian beberapa doktrin baru, terkait sistem persenjataan baru yang dimiliki TNI. Kehadiran sistem kesenjataan baru ikut mengubah sebagian atau keseluruhan doktrin tempur dan perang yang ada dan akan diuji di lapangan dalam latihan gabungan.

Dia mencontohkan, sebagian kapal-kapal pendarat pasukan TNI AL merupakan generasi baru. Kecepatannya bisa lebih tinggi ketimbang kapal pendarat tank (LST – Landing Ship Tank). “Jadi kapal pengangkut pasukan pendarat tidak usah lagi terlalu dekat ke pantai kawasan yang akan direbut dan diduduki karena bisa menambah resiko.

Dari sisi pertempuran udara, sekarang ada EMB-314 Super Tucano yang dipersenjatai. Kegunaannya hampir sama dengan OV-10F Bronco dari generasi sebelumnya yang digantikan. Fungsinya adalah untuk pengintaian udara dan serbu udara-darat jarak dekat serta payung udara pasukan infantri.

latgab2
latgab76latgab77
latgab3latgab4latgab5latgab6latgab7latgab8latgab9latgab10latgab11latgab12 
Skenario Perang
Skenario dari latihan perang ini adalah menghancurkan musuh yang telah menguasai dan mengklaim wilayah Sangatta, Kalimantan Timur, menjadi sebuah negara berdiri sendiri dengan nama “Negara Sonora”.
Pasukan bersenjata Aliansi Sonora secara terbuka mengerahkan kekuatan darat, laut dan udaranya dengan poros manuver dari pangkalan ajunya di P. Namit menuju P. Tarakan, Sangatta dan Bima. Komposisi dan disposisi kekuatan Laut lawan, terdiri dari: 1 PKR, 1 KCR, 1 AT dan 1 BCM serta didukung kekuatan Udara yang terdiri dari 1 Pesawat Intai B 737, Pesawat Angkut dengan jenis 4 Pesawat PC 7 MK2, 2 Pesawat Cessna, 1 Pesawat C 130 serta dilengkapi dengan 2 Pesawat UAV Eagle ARV, yang dipersiapkan untuk memberikan dukungan kepada kekuatan Aliansi Sonora yang sudah berada di Tarakan, Sangatta, dan Bima.

Kekuatan Darat Aliansi Sonora yang terdiri dari 1 Brigade (+) diperkuat, Batalyon Armed 76, Kompi Kavaleri Tank dan Baterai Arhanud saat ini telah link up dengan Gerakan Sumpit Merdeka serta didukung oleh kekuatan udara dengan komposisi 1 Pesawat CN-235, 2 Heli Angkut S61A-4, UAV Alutsista Udara dan Black Hawk, berusaha untuk terus merebut dan menguasai sebagian wilayah Sanggata, Tarakan sambil bertahan di kedudukannya untuk menunggu bantuan perkuatan dari Pangkalan aju Aliansi Sonora sebelum melanjutkan gerakan selanjutnya.

latgab13
latgab14latgab15latgab16latgab17latgab18latgab19latgab20latgab21latgab22latgab23latgab28latgab29latgab30latgab31latgab32 
Counter Attack
Melihat serangan yang mendadak itu, TNI langsung melakukan segala manuver untuk memulihkan kembali situasi keamanan NKRI, khususnya di wilayah Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, di Bima NTB, dan di Sangatta, Kalimantan Timur.

Komando Gabungan TNI melaksanakan Kampanye Militer meliputi Operasi Khusus, Operasi Udara, Operasi Laut Gabungan, Operasi Amfibi, Operasi Linud, Operasi Ratmin & Operasi Darat Gabungan untuk menghancurkan kekuatan Aliansi Sonora dan Gerakan Sumpit Merdeka (GSM) serta Gerakan Nusa Merdeka (GNM) mulai hari “H” jam “J” selama 20 hari di Mandala Operasi Kalimantan Timur & Nusa Tenggara Barat dalam rangka mengembalikan kedaulatan NKRI.

Geladi Posko berlangsung mulai 15 hingga 19 April 2013. Sementara geladi lapang yang terdiri dari latihan perang darat, perang laut, maupun perang udara, berlangsung di Situbondo, Jawa Timur, di Sangatta, Kalimantan Timur, dan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

latgab35latgab36latgab37latgab38
MI-35 TNI-AD
MI-35 TNI-AD
Super Puma TNI-AU
Super Puma TNI-AU
latgab43latgab44latgab45latgab46latgab47latgab48latgab49latgab50 
Kekuatan TNI AL
Angkatan Laut menggunakan 42 KRI.  27  Kapal Perang Republik Indonesia (KRI)  berasal dari Koarmatim dan  15 kapal perang dari jajaran Koarmabar.

Kapal perang koarmatim terdiri dari berbagai jenis diantaranya kapal kombatan jenis Kapal Perusak Kawal Rudal, SIGMA, Kapal Selam, Kapal amfibi dan Landing Platform Dock (LPD) Kapal Cepat Rudal (KCR KRI Clurit-641, KRI Kujang-642 dan KRI Baladau-643) dan Kapal Cepat Torpedo (KCT), Kapal Buru Ranjau (BR) dan Penyapu Ranjau (PR), Kapal Patroli Cepat (Fast Patrol Boat) dan Kapal Bantu.

Unsur-unsur tersebut tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Laut (Kogasgabla) dan Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib). Unsur Kogasgabla terdiri dari kapal-kapal kombatan, kapal rudal, dan penyapu ranjau, sedangkan unsur Kogasgabfib terdiri dari kapal amfibi dan LPD, Pasukan Khusus (Pasus) TNI AL Kopaska dan Taifib, Penyelam Tempur, dan helikopter. Jajaran Kogasgabfib ini mengangkut Pasukan Pendarat (Pasrat) Marinir dan matrial tempurnya.

Secara umum Gelar Kekuatan Laut ini menampilkan seluruh kekuatan yang tergabung dalam Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) TNI AL, mulai dari kapal perang, pesawat udara, Marinir dan pangkalan. Sedangkan personel TNI AL yang terlibat dalam latihan gabungan ini sekitar 6.500 orang.

Pada Latgab TNI kali ini, Korps Marinir mengerahkan 59 tank amfibi, yaitu 17 BMP-3F (Boyevaya Mashina Pyekhota), 33 BTR-50 (Browne Transporter), 7 LVT-7A1 (Landing Vehicle Track), serta 2 BVP-2 (Bojove Vozidlo Pechoty), 2 unit Roket Multi Laras RM-70/Grad, 16 perahu karet, 4 unit meriam Howitzer 105 mm, serta 16 perahu karet motor tempel, beserta prajurit Marinir yang kesemuanya diangkut dengan kapal perang LST dan LPD. Adapun Puspenerbal mengerahkan 3 pesawat Intai Maritim jenis Cassa serta 5 helikopter untuk pendaratan Marinir Lintas Heli.

Sedikitnya 2000 prajurit Korps Marinir TNI AL yang tergabung dalam Pasrat 13 melakukan pendaratan amfibi di pantai Banongan, Asembagus, Situbondo. Seluruh personel dan material tempur Korps Marinir TNI AL tersebut melaksanakan latihan  menggunakan KRI Makassar-590, KRI Banjarmasin-592, KRI Teluk Sibolga-544, KRI Teluk Mandar-514, KRI Teluk Cendrawasih-534, KRI Teluk Banten-516 dan KRI Teluk Cirebon-543.

Latihan pendaratan amfibi diawali dengan masuknya Pasukan Pendarat kemudian dilanjutkan dengan bantuan tembakan kapal, setelah itu meluncurlah 4 unit LVT-7 yang merupakan kendaraan tempur VVIP pada gelombang pertama pendaratan, kemudian diikuti gelombang dua pendaratan yaitu 15 unit BMP-3F, di gelombang tiga pendaratan yaitu 13 unit BTR-50, dilanjutkan 12 unit BTR-50 sebagai gelombang keempat, pada gelombang lima 6 unit Kapa-61, 4 diantaranya membawa senjata Howitzer 105 mm dan pada gelombang terakhir 2 buah LCU dengan membawa roket multi laras RM 70 Grad.

Setelah semua personel dan material tempur sudah mendarat, dilanjutkan dengan penembakan Howitzer 105 mm dan roket RM 70 Grad dari pantai Banongan dengan sasaran berada di daerah latihan Puslatpur Korps Marinir Baluran dengan jarak 20 km.

latgab51latgab52latgab53latgab54latgab55latgab56latgab57latgab58latgab59
latgab61latgab62latgab63latgab66latgab68latgab65 
Kekuatan TNI AU
Angkatan Udara mengoperasikan 5 pesawat SU 27/30, 5 pesawat Hawk SPO, 5 unit F-16, 5 unit Hawk PBR, 11 pesawat C-130 Hs/H/B, 1 pesawat C-130, 2 pesawat B-737 Intai, 2 Pesawat C-212 Cassa, 2 unit CN-235, 1 unit CN-235 MPA, 2 Helikopter Nas-332/SA 330, 4 Helikopter EC-120 Colibri.
Satu flight pesawat tempur Sukhoi SU-27/30 home base  Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin,  bergerak ke  Lanud Iswahjudi Madiun, untuk mengikuti Latihan Gabungan. Pesawat Tempur Sukhoi 27/30 melakukan penembakan dari udara ke darat di AWR (Air Weapon Range) Asembagus dan Rambang Nusa Tenggara Barat.

Pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, juga melaksanakan penembakan dan pengeboman dari udara ke darat dengan bom dan Rudal Maverick, yang pelaksanaanya akan disaksikan langsung oleh Presiden  Susilo Bambang Yudhoyono, di Pulau Gundul, kepulauan Karimun Jawa.
Empat helikopter dari 2 jenis Super Puma dan puluhan personel dari Pangkalan Udara (Lanud) Atang Sendjaja (ATS) Bogor, memberangkatkan helikopter untuk bergerak ke Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sangata, Kalimantan Timur (Kaltim).

Tugas yang dilaksanakan personel dari Lanud ATS  adalah  Search and Rescue (SAR) tempur di dua wilayah Trouble Spot. Yaitu rappelling (meluncur dari ketinggian), hoisting (ditarik menggunakan tali kedalam pesawat), pengamanan, serta tim penolong.

Satu Flight pesawat Hawk 100/200 Skadron Udara 12, Lanud Roesmin Nurjadin juga bertolak menuju Lanud Iswahyudi, Madiun, untuk bergabung dalam Latihan Gabungan TNI yang bertempat di daerah Asem Bagus, Jawa Timur. Satu Flight penerbangan “Black Panther”  ini dipimpin langsung oleh Danskadron Udara 12, Letkol Pnb A. Yani Amrullah.

Kekuatan TNI AD
Selain melibatkan ribuan infanteri, Angkatan Darat juga membawa 14 unit Tank Scorpion, 5 unit Tank Stormer APC, 2 Unit Tank Stormer Komando, 13 unit Tank AMX, 21 Pucuk Meriam, 12 Helikopter MI 17,  MI-35, 12 Helikopter Bell dan 3 Heli  NBO 105.

latgab70latgab71latgab72latgab73latgab74latgab75
latgab78latgab79latgab80latgab81latgab82latgab83latgab84latgab84 latgab85latgab86latgab87latgab88latgab89latgab90latgab91latgab92latgab93latgab94latgab94 latgab95latgab96latgab97latgab98latgab100latgab99latgab101 
Operasi Militer
Operasi darat dimulai dengan diterjunkannya pasukan untuk menyusup ke daerah yang dikuasai musuh, penerjunan dilaksanakan pada pukul 01.00 WITA dini hari di sekitar Kaubun, Sangatta, Kalimatan Timur. Pasukan Gabungan yang diterjunkan bertugas menyiapkan lokasi yang aman untuk pendaratan Pasukan Gabungan yang akan melaksanakan Operasi Darat Gabungan lanjutan.

Pasukan terdiri dua shorty penerjunan, dengan jumlah personil 52 orang, terdiri dari 25 orang sebagai Kendali Depan Operasi Linud (KDOL) Kostrad, 14 orang pasukan Intai Para Amfibi (IPAM) dari Marinir dan 13 orang bertugas sebagai Pengendali Tempur (Dalpur) dari Pakhas Angkatan Udara.

Pengiriman pasukan ini didasarkan perkiraan Intelijen TNI bahwa aliansi negara Sonora berhasil membentuk dan membangun kekuatan separatis yang di beri nama “Gerakan Sumpit Merdeka (GSM)” di wilayah Kalimantan Timur dan “Gerakan Nusa Merdeka (GNM)” di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Di lokasi yang terpisah, satu persatu Pasukan Khusus TNI terjun bebas dari ketinggian 6000 feet menggunakan pesawat Hercules C-130, mendarat di wilayah musuh yang terletak di daerah Juwata Pasir untuk mengambil alih kendali beberapa obyek vital yang dikuasai musuh di Tarakan, Kalimantan Timur.
Operasi Senyap yang dilaksanakan oleh Pasukan Khusus TNI ini melibatkan 60 personil, terdiri dari 20 personil Sat-81 Gultor Kopassus TNI AD, 20 personil pasukan Khusus Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL dan 20 personil pasukan khusus Detasemen Bravo (Denbravo) TNI AU.

Keberhasilan pendaratan personil Pasukan Khusus TNI di daerah Tarakan tak lepas dari peran serta Tim Kendali Depan Operasi Linud (KDOL) yang terjun sehari sebelumnya untuk memandu dan menyiapkan Dropping Zone penerjunan OP3U Kogasudgab di Tarakan dan operasi Lintas Udara (Linud) di Sangatta untuk membentuk tumpuan udara di daerah musuh.

Pasukan Khusus yang diterjunkan TNI di wilayah Tarakan mengemban tugas yang sangat penting, yaitu harus mampu merebut dan menguasai beberapa obyek vital di Tarakan yang telah dikuasai musuh.  Detasemen 81 Gultor Kopassus bertugas untuk mengambil alih Stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI), sedangkan Denjaka bertugas untuk mengamankan Pelabuhan Malundung yang telah dikuasai musuh, sementara itu Denbravo bertugas untuk mengamankan Satuan Radar (Satrad) 225.

Setelah menguasai sasaran masing-masing, beberapa personil Pasukan Khusus TNI yang terdiri dari Gultor Kopassus, Denjaka dan Denbravo masih memiliki tugas lain yaitu mengambil alih radar yang berada di bandara Juwata Tarakan dan melumpuhkan Penangkis Serangan Udara (PSU) guna mempermudah pendaratan pasukan Operasi Perebutan Pertahanan Pangkalan Udara (OP3U).

Setelah radar bandara Juwata dikuasai dan senjata PSU dilumpuhkan, tahap selanjutnya adalah penerjunan Batalyon Perebutan Pangkalan (Yonbutlan) OP3U Paskhas menggunakan lima pesawat Hercules C-130 dengan mengangkut 210 personil Paskhas TNI untuk merebut dan menguasai bandara Juwata Tarakan. Aksi baku tembak antara pasukan OP3U Paskhas dan pihak musuh tidak dapat dihindari ketika merebut bandara Juwata, namun profesionalitas prajurit TNI dalam berperang dengan mudah dapat melumpuhkan lawan dan mengambil alih bandara.

Bandara Juwata berhasil direbut dan dikuasai, selanjutnya Tim Pengendalian Pangkalan Paskhas TNI menyiapkan pendaratan dua Hercules C-130 untuk mengangkut satu Bateray Pertahanan Udara Pashkas dan beberapa peralatan seperti 1 kendaraan Smart Hunter, 1 Meriam Triple Gun dan 10 rudal QW-3.
Pagi hari berikutnya pukul 06.00 WITA pesawat F-16 TNI AU membombardir kedudukan musuh yang disimulasikan dekat dengan pantai Sekerat, Sangatta, Kalimantan Timur untuk melemahkan kekuatannya. Setelah itu disusul penerjunan 1.000 pasukan Lintas Udara Brigade Lintas Udara 18 Kostrad dan Pasukan Khas TNI AU yang dilakukan oleh 10 pesawat Hercules.

Rangkain aksi tadi menandai dimulainya  Operasi Darat Gabungan, dengan dilakukannya Operasi Serbuan Amphibi, Operasi Serbuan Lintas Udara dan penembakan Artileri Medan Marinir RM 70 Grade 105 mm di Pantai Banongan, Asembagus, Situbondo.

Pada hari Kamis 2 Mei 2013, sejumlah kapal perang akan melaksanakan penembakan peluru kendali, seperti KRI Abdul Halim Perdana Kusuma-355 menembakkan Rudal C-802, KRI Sultan Iskandar Muda-367 menembakkan Rudal Exocet MM-40, dan KRI Cakra-401 (kapal selam) menembakkan torpedo SUT (Surface and Underwater Target) dengan sasaran permukaan adalah eks KRI Teluk Semangka-512 di perairan laut Jawa.

Pada hari Jumat 3 Mei 2013, pukul 05.00, Latihan Umum (Latum) berupa Operasi Amfibi di Pantai Banongan, Situbondo yang diawali dengan taklimat, kemudian Bantuan Tembakan Kapal, setelah itu meluncurlah gelombang pendaratan dari kapal LST dan LPD, seperti LVT-7A1 yang merupakan serbuan gelombang pertama, kemudian diikuti gelombang kedua BMP-3F, gelombang ketiga BTR-50, gelombang keempat KAPA-61 yang mengangkut Howitzer 105 mm, dan LCU yang membawa RM 70 Grad.

Setelah semua material dan kendaraan tempur mendarat, dilanjutkan dengan penembakan berbagai persenjataan Korps Marinir seperti Howitzer 105 mm, dan RM-70 Grad. Selanjutnya, di titik tinjau T-12 dapat disaksikan manuver pasukan Infantri Korps Marinir bergerak maju bersama tank BMP-3F, BTR-50, LVT-7A1, dan BVP-2 sambil melancarkan serangan tembakan.

Latihan gabungan (Latgab) TNI 2013 diwarnai aksi penembakan rudal dengan sasaran KRI Teluk Semangka 512 sebagai sasaran tembak  di perairan Laut Jawa dengan tembakan dari torpedo kapal selam Cakra 402, rudal exocet, dan rudal C-802 dari KRI Klasik.  Beberapa alutsista baru yang bergabung dalam Latgab ini antara lain: BMP3, Super Tucano, LST, Torpedo kapal selam Cakra dan  Rudal C 802. Latgab 2013 ini antara lain melakukan latihan penembakan MFT, ADEZ, Screnex, Aswex; dan  rangkaian latihan AAROFEX. (photo by: Kenyot10-Kaskus.co.id/JKGR).